“baby…”panggil kibum manja, memeluk jinki erat dari belakang, sedikit membuat namja tampan yang sedang asik memilih milih tuxedo terperanjat..
“wae baby?”balas jinki, menggenggam erat tangan kibum yang melingkar di pinggangnya, tersenyum manis..
“kau mau aku mengenakan apa di pesta pernikahan kita??” Tanya kibum yang kini tengah menyandarkan dagunya di bahu jinki…
Jinki tersenyum, membuat wajahnya smakin tampan..menoleh pada calon anaenya yang tampak kebingungan..
“kau slalu tampak cantik apapun yang kau kenakan baby…”puji jinki sungguh sungguh, membalikkan badannya, menggenggam tangan sang baby erat…
“gombal” malu kibum sambil memukul pelan dada jinki..jinki tertawa ringan..melepaskan genggaman tangan kanannya,mengelus pipi kibum yang mulai bersemu merah..
“its true baby…neomu yeppeo”puji jinki lagi
Blusssshhh
“sudah ah..hmmm kalau begitu, aku mau memakai gaun saja..otte??” Tanya kibum lagi, tampak penuh harap pada jinki..
“hmmmm..terserah sayang, bagiku kau akan slalu cantik kapanpun dan dalam kondisi apapun”jawab jinki, tersenyum pada calon anaenya itu..
“gomawo baby..nah gaun yang mana yaaaa??”
Kibum segera berlari ke sudut gaun pengantin di toko itu..tinggal menghitung hari saja mereka resmi menjadi sepasang suami istri sehidup semati…undangan sudah disebar…keduanya juga sibuk mempersiapkan segala sesuatu sedetail detailnya…
“baby..yang ini otte??” kibum menunjukkan gaun pengantin dengan potongan sederhana bewarna putih mutiara dengan sedikit aksen renda di bagian bawah gaun..
“good…” jinki memberikan penilaiannya yang langsung disambut senyum sumringah kibum..
“kalau begituu ayo kita pilih tuxedo untuk mu baby..kajja” kibum menarik lengan jinki ke sudut toko yang menyediakan bermacam macam tuxedo..mereka sik memilih milih tuxedo yang akan dikenakan jinki tepat dihari bahagia mereka..kibum mebayangkan jinki pasti akan terlihat tampan malah sangat tampan saat hari pernikahan mereka..
“hwaaaa…aku sudah tidak sabaaaar” triak kibum dalam hati
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
“baby..” seru jinki dari seberang sana..
“apa??? Kau dimana??” Tanya kibum penasaran…
“dihatimuuu” jawab jinki, diikuti dengan tawa renyah nya.
“ish, baby bercanda teruss.. aku serius..aku sudah gerah dengan gaun ini..kapan kau dating???” cemberut kibum, mengipasi dirinya yang mulai berkeringat walaupun tak seberapa (?)
“ sabar baby..aku masih dijalan..macet…”
“aku kan sudah bilang, bangun jam5 pagi..begini kan jadinyaa???”omel kibum pada jinki lewat handphone nya
“baby..jangan marah marah, nanti cantikknya hilang lho..kan kamu udah capek capek dandan…” goda jinki
“babyyy” triak kibum kesal, namun dalam hati ia senang dengan perkataan jinki barusan..
“baby…kau pasti sangat cantiik sekarang” ujar jinki lagi
“tau darimana???” Tanya kibum, memainkan cincin silver bertuliskan nae key di tangannya..cincin yang akan menjadi penyatu mereka nantinya..
“nae key kan slalu cantik kapan pun dimana pun”
“gombaaaaal”
“SARANGHAE BABYYYYY”
“g perlu triak triak kan baby??? Telinga ku sakit” kesal kibum, sedikit menjauhkan telinganya dari handphone nya..
“hehehe..ayo jawab baby..”desak jinki
“ne ne..nado saranghae lee jinki…” ujar kibum kemudian tertawa mendengar kelakuan calon suaminya yang kekanakan…
“ah..sudah mulai jalan..annyeong baby”
PIIP
“dasar onyunyuuuu..cepatlah dating sayaaaang” pekik key, menggenggam erat cinicinya..
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
“daesung, mana adik mu??” Tanya yesung mendapati putranya yang notabene empunya pesta belum dating..
“molla appa..tadi saat ku telpon, jinki bilang ia terjebak macet” jawab daesung, hyungnya jinki sambil menatap jamnya..
“setengah jam”
Keluh kibum di ruang tungguu..kenapa appanya belum menjemputnya untuk berjalan menuju altar??? Apa babynya masih terjebak macet???
“baby..kamu dimana???”
+++++++++++++++++++++
“hey ini sudah 1 jam..anak itu dimana?? Liat para tamu mulai meninggalkan ruangan..aishhh” panic yesung, appa jinki..satu jam berlalu jinki belum juga dating..yesung sudah menghubungi jinki berkali kali, tapi tak aktif…ada apa ini??? Jinki kan slalu ontime??
“APPA !!! APPA !!!!” triakan daesung yang keras cukup menggegerkan seisi katedral..tampak daesung berlari dengan nafas terengah engah mendatangi apanya..dan anehnya, daesung berurai airmata..
“JINKI…JINKI..APPA..JINKI KECELAKAAN..JINKI..JINKI TEWAS DITEMPAT!!!” pekik daesung kemudian terduduk di lantai…menangis keras..
GLEGAAARRRR
“MWOO??? JINKI??? JINKI…..” raung ryeowook ibunda jinki pilu…sekejab saja beliau pingsan...para tamu undangan pun khawatir dan prihatin..beberapa mulai mengerubungi keluarka jinki…yesung berjalan menjauh….anaknya..anaknya jinki telah menduluinya…”jin..ki ah..”isak yesung,bersandar pada tembok katedral..”tuhan, mengapa kau mengambil anakku justru dihari bahagianya???
Tragedy di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia???
Sungguh tragis..
++++++++++++++++++++++
“ya ampunnn” keluh kibum..ini sudah dua jam berlalu..keterlaluan..ia mulai marah pada jinki..bagaimana tidak,,jinki tak kunjung dating dan sekarang ia me non aktifkan handphonenya…
“kenapa appa juga belum kesini??” rasa penasaran menghampiri kibum..kibum memutuskan keluar mencari tau ada apa sebenarnya..dengan hati hati kibum berjalan, mengangkat gaunnya, takut rusak karna jinki belum melihatnya sekarang..kibum menelusuri lorong katedral dan sampai di dalam ruangan yang akan menjadi saksi sumpah setianya..
Heii, kenapa semua undangan tidak duduk pada tempatnya?? Dan kenapa jumlah mereka mulai menyusut..hmm, sepertinya mereka mengerubungi sesuatu..
Kibum mendekat perlahan, sedikit mengendap endap, tak mau kehadirannya disadari orang lain
“huuuhuuuuhuuuu..jinki ah…jinki….” Isak seseorang
Bukankah itu wooki umma?? Mengapa ia menangis?? Dan daesunghyung kenapa duduk dilantai seperti orang menderita begitu??? Mengapa ia menangis?? Mengapa tampangnya kusut?? Mengapa umma juga menangis?? Mengapa appa memeluk yesung appa?? Ada apa ini???
“jinki anakku…kenapa tak? Kenapa harus kau yang mengalami kecelakaan??? Mengapa tuhan harus merebutmu dari kami??” ratap wooki umma
Tunggu…tuhan merebut jinki??
“ada apa ini??” Tanya kibum yang sudah tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya yang kian meninggi…prasaannya juga mulai cenat cenut..
Semua tamu kaget dengan kehadiran kibum..mereka menunduk..ada juga yang memandang iba..
“kibum ah…”daesung mendekati kibum mencoba merangkul bahunya..
Kibum menepis tangan daesung
“ada apa hyung??? Mengapa umma menangis?? Apa yang terjadi pada jinki??” tuntu kibum, menatap daesung tajam
“jin..jinki ah..”
“JAWAB HYUNG!!!” bentak kibum
“jinki..jinki mengalami kecelakaan beruntun..dan..dan jinki menghembuskan nafas terakhirnyaaa”
Hening
Kibum terpaku…apa?? Apa yang dikatakan daesung hyung??
“hahahahaha..jangan bercanda hyung” tawa kibum, terdengar sedkit mengerikan
Daesung menggeleng..kembali berurai airmata
“itu benar kibum ah..” isak daesung, menghapus airmatanya, namun percuma airmatanya tak berhenti mengalir
“HAHAHAHAHA..BOHONG !!!” triak kibum histeris..airmata perlahan turun membasahi pipinya
“kibum ah..”
“BOHONG..KALIAN SEMUA BOHONG..JINKI KU MASIH HIDUP..IA PASTI DATANG..”
“kibum ah..tenang nak"
“ARRRRRGGGHHHHHHHH” kibum berteriak histeris berlari keluar katedral…jadi itu maksud annyeong tadi??? Jinki ah..jinki…..
Kibum terus berlari tak memperhatikan dirinya lagi…make up minimalis yang menghias dirinya mulai luntur oleh keringat dan airmata..ujung gaunnya robek..ia tak peduli..yang ia butuhkan hanya jinkinya saat ini
Brrruuuk
Kibum tersandung.. ia jatuh..darah menetes dari sudut mulutnya..sakit..tapi lebih sakit lagi hatinya..ia menangis..wae jinki??? Bukan kah kau berjanji kita akan bersama selamanya?? Wae jinki?? WAEE???
“JINKI AHHH” histeris kibum memukul tanah…”JINKI AH..KEMBALILAH PADA KU…JINKIII” lagi, kibum memukul mukul tanah..airmata tak henti hentinya mengalir dari mata kucingnya..
“jinki ah…kenapa kau meninggalkanku??? Jinki ah..kenapa kau pergi???” ratap kibum
“kibum ah..”
Deg
Kenapa??? Kenapa suara jinki masih terngiang ngiang…
“kibum ah..”
Lagi..kibum menutup telinganya..menggeleng gelengkan kepalanya…
“nae key..”
Ini bukan halusinansi atau fatamorgana atau imajinasi atau semacamnya..hanya satu orang yang memanggilnya key..ONEW NYA..kibum menoleh kebelakang..benar itu onewnya..benar itu jinkinya..
“jin ki ah..??” panggilnya tak percaya..
“ne baby..ini aku” jawab jinki
“tapi mereka bilang kau.kau..” lanjut kibum
“aku memang kecelakaan..bruntung aku lekas loncat dari jok kemudi..korban yang meninggal adalah lee junki bukan aku” jelas jinki
“benarkah kau jinki ku?? Nae onew??” lirih kibum
“ne..aku lee jinki..onewnya key”
Tap tap tap
“JINKIIII” kibum berlari dalam pelukan jinki..merengkuh tubuh tegap itu erat..menangkup wajahnya, kemudian menyiumi tiap inci wajahnya..
“benarkah ini kau baby??” Tanya kibum masih tak percaya..berurai airmata
“ne sayang” jinki tersenyum
Senyum yang sama..suara yang sama..aroma bvlgarri yang sama..ini jinkinya..ini onew nya..
“jinkiiii” tangis kibum kian meledak di pelukan jinki..jinki mengusap lembut kepala kibum..
“uljima..aku sudah disini sekarang..uljimaa ne” bisik jinki menenangkan kibum…perlahan isakan kibum mereda dantangan mungilnya kembali menangkup wajah jinki..
“kau terlukaa baby”
“kau juga sayang..ahh, aku ada ide..baby, usaplah darah di bibirmu..” pinta jinki yang kini tengah mengusap darah di pelipisnya dengan jempolnya..kibum melakukan hal yang sama..
“baby kemarikan tanganmuu”
Jinki menyatukan jempolnya dan jempol kibum yang bernoda darah..menekannya “ mulai sekarang lee jinki adalah milik kim kibum..kim kibum adalah miliknya lee jinki dalam segala keadaan..tak ada yang dapat memisahkan kita layaknya darah yang menyatu ini..selamanya”
Kemudian jinki meraih dagu kibum dan mulai menghapus batas diantara mereka..bibinya bertemu dengan bibir tipis kibum, lembut…
“sekarang kita resmi menjadi suami istri..tak perlu undangan..tak perlu acara mewah..tak perlu pendeta..hanya kita dan tuhan..” bisik jinki lembut..kibum kembali berurai airmata dan menyurukkan wajahnya di dada jinki..sangat berterima kasih pada tuhan yang menyelamatkan nyawa orang yang paling dicintainya..tuhan, jagalah cinta kami ini selamanya sampai maut memisahkan kami..hanya kau yang bisa melindungi dan membimbing cinta kami…amin..
“saranghae…”
“nado saranghae…”
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar