Jumat, 20 Januari 2012

fanfict ONKEY - HERE I AM part 2

“nah nae key…aku berangkat kerja dulu…jangan nakal oke..annyeong” jinki mengelus kepala key yang tengah duduk di lantai..key menggoyangkan ekornya tanda senang…dan blaaam, pintu pun ditutup..



Hap hap hap hap



Key berlarian, meloncat pada pinggiran jendela apartemen jinki..melihat kebawah..itu dia mobil jinki..mobil hitam itu melaju menjauhi apartemen…hahhh, key sendirian lagi..




Key meloncat turun dan berjalan ke kandangnya..semacam tempat tidur mini lah..merebahkan tubuhnya sembari menggoyangkan ekornya yang panjang..




Sudah 2 minggu key tinggal bersama jinki..yang key tangkap, jinki adalah namja berumur 25 tahun yang meniti karir di suatu prusahaan  terkemuka di seoul..jinki hidup terpisah dari orang tuanya yang tinggal di italia..jinki tak memiliki saudara kandung..jinki sangat menyukai ayam goreng seperti key..hmm, dan jinki SINGLE



“hihiihihihi” key terkekeh pada kata single..key kembali teringat kejadian belakangan ini..dimana jinki begitu baik padanya dan memperlakukan key bak manusia..tak skalipun jinki membentaknya, bahkan saat key tak sengaja menyenggol gelas minuman soda jinki suatu hari..key yang sudah ketakutan langsung melingkarkan badannya, tak berani menatap jinki..


“hei..tak usah takut..ini bukan salahmu sepenuhnya..aku juga salah tak mengacuhkan mu” kata jinki menenangkan key yang meringkuk ketakutan..dibawanya ke dalam dekapan jinki yang hangat..sesekali jinki mengelus tubuh key..membuat key menatap jinki dengan takut takut..tapi yang key temui malah senyuman hangat jinki..ahhh, membuat rasa takut yang menyerang key sedikit berkurang..



Pernah suatu kali, jinki entah kenapa bercerita tentang masa lalunya..tentang wanita yang sangat dicintainya, sampai ia tau bahwa wanita itu ternyata bermain hati dibelakangnya..jinki menceritakannya sambil menangis..dan dalam keadaan mabuk…ahh, ingin skali key berubah menjadi manusia..key akan ada disamping jinki..menjadi sandarannya..menghapus airmatanya..tapi sayang, ia hanyalah seekor kucing dan yang bisa dilakukannya hanyalah mendengarkan cerita jinki..dan tetap berada disamping jinki..key harap hal itu dapat membantu jinki yah walaupun itu hal kecil..




Pernah juga, waktu itu jinki pulang dalam keadaan senang..sesampainya dirumah jinki langsung memluk key, mengajaknya berdansa..konyol memang, tapi entah kenapa key menyukainya..bahkan jinki bersenandung keras..memutar mutarkan badannya sampai terjatuh, kemudian tertawa lagi..hei hei hei, apa jinki sudah gila???




“aku bukannya gila key..tapi aku senaaaang skali..akhirnya aku dipromosikan” jelas jinki,seolah olah bisa membaca pikiran key…




Jinki membawa key ke hadapannya..ahhh, mata sipit itu..hidung bangir itu..wajah tampan itu..kenapa begitu sempurna dimata key???




“kau tau..aku sudah menunggu lama untuk dipromosikan, key..dan sekarang, dreams come true” senang jinki lagi..mendekatkan wajahnya pada wajah key..menatap key lama..




“aku baru sadar..ternyata matamu indah sekali..bewarna biru, begitu menentramkan..entah kenapa sejak kehadiranmu, hidupku jadi lebh berarti”lanjut jinki




Seandainya key manusia, sekarang pasti wajahnya merah padam mendengar ucapan jinki barusan..arrgggh, ottoke???



Lama jinki menatap key…”gomawo telah hadir dalam hidup ku”..dan…




CHU~~




Jinki mengecup kepala key lembut..kemudian membawa key dalam pelukannya..tindakan jinki barusan berhasil membuat key membatu..tuhan, bolehkah ia berbahagia?? Boleh kah ia jatuh cinta pada jinki..




BRAAAKK




Suara keras itu sontak mengagetkan key..lah, kenapa jinki sudah pulang?? Key melihat ke jam dinding bewarna toska..ternyata sudah jam9..ya ampuun, seharian ini dihabiskan key dengan memikirkan jinki???




Jinki melangkah kedalam..dan segera key berlari menyongsong kedatangan jinki..bersiap siap melompat dalam pelukannya yang hangat..tapi jinki berlalu..tak mengacuhkannya..membuat key terperangah..ada apa dengan jinki??



Bukkk



Jinki menjatuhkan tubuhnya di sofa..membuang jasnya sembarangan tempat..membuka ikatan dasi yang dipakainya dan menanggalkan dua kancing atas kemeja putihnya..kemudian menyandarkan kepalanya di sofa..menempelkan tangan kanannya di wajahnya, menutup kedua matanya..tampak lelah sekali..keringat tampak memenuhi wajah tampannya..




“meong” key melangkah mendekati jinki..melompat kesebelah jinki..menatap jinki dengan khawatir..tampaknya, eongan key menyadarkan jinki, membuat jinki menoleh pada key..hei sejak kapan jinki pucat pasi begitu???




Jinki tersenyum..”aku..aku baik baik saja….hanya…lelah” ucap jinki menjawab pandangan khawatir key..”aku akan istirahat dikamar..oke” perlahan jinki bangun..hei..jalan jinki juga sempoyongan..tampak jinki mengerjap ngerjapkan matanya serta memegang kepalanya..karna khawatir key mengikuti jinki sampai..




Blammm




Jinki menutup pintu kamarnya..tak memberikan akses masuk bagi key..karna tak ingin mengganggu jinki, key pun memilih untuk kembali kekandangnya…saat baru melangkahkan kakinya, key mendengar suara sesuatu yang berat jatuh…




“ARGGGHHHH” jinki berteriak kesakitan…key segera berlari ke pintu kamar jinki..mengeong sekeras kerasnya..teriakan kesakitan jinki bertambah keras..terdengar sangat menyakitkan..




Duk duk duk
Key menggedor gedor pintu dengan kepalanya..sungguh saat ini ia ingin menangis..ia takut..ia coba melompat meraih gagang pintu..tapi terlalu tinggi..ia terus mencoba..tapi tetap nihil..




“JINKIIII” begitulah kira kira arti eongan key..ia menangis sekarang..baru kali ini ia mendengar jinki berteriak kesakitan seperti ini..




“tuhan..tolong aku..tolong jinki..tuhan..aku takut ia memburuk” isak key..masih menggedor gedor pintu..ia tau, badan mungilnya takkan sanggup mendobrak pintu tebal itu..bagaimana ini??? Menelpon?? Bagaimana caranya?? Key tak bisa memencet no telpon..berteriak??? apartemen ini kedap suara..sungguh ia tak tau lagi harus bagaimana..ia harus menyelamatkan jinki..




Sriiiiinnngggg




Cahaya yang menyilaukan tiba tiba menimpa tubuh key..membuat tubuh mungil itu bak tenggelam dalam cahaya yang terang benderang..dan entah dari mana asap putih bak awan menyelimutinya..apalagi ini, pikir key..disaat genting seperti ini..argghh..key hanya bisa berdoa sambil menutup matanya…




Kepulan asap itu menghilang..key membuka matanya dan..mengapa dunia rasanya begitu tinggi???




Key melihat ke bawah..dua kaki..he???? kakinya ada dua??? Key melihat kearah cermin yang kebetulan berada di hadapannya..



“ugh” key menutup mulutnya..ia..ia menjadi manusia..dua tangan..dua kaki..tak memiliki ekor..berkulit putih bersih layaknya salju..dengan rambut hitam legam yang smakin membuatnya keliahatan sempurna..ia tak percaya dengan apa yang terjadi..bagaimana bisa..bagaimana bisa ia menjadi manusia??



selamatkan dia



Bisikan itu menyadarkan key yang segera berlari menuju kamar jinki..mencoba mendobrak lagi pintu tebal itu dan..kriettt, berhasil terbuka..



“JINKI” pekik key saat melihat jinki tergolek lemah di lantai dengan tangan memegang dada dan kepalanya..triakan kesakitan meskipun lemah masih terdengar dari mulutnya..segera key menyongsong jinki, membawa jinki ke dekapannya..ada prasaan geli saat tubuh panas jinki mengenai tubuh polos key..



“panas sekali..bertahan lah” panic key..key harus membawa jinki kerumah sakit..tanpa pikir panjang, key mengambil celana tidur dan jaket jinki yang tergantung, kemudian membopong jinki…berlari menuju lift..



“aish…liftnya rusak” kesal key..tanpa pikir panjang key yang tengah membopong jinki yang setengah sadar berlari menuruni tangga..key tak peduli betapa beratnya beban di punggungnya, ia tetap berlari secepat mungkin…ia harus menyelamatkan jinki..



“argggh..sudah larut malam..aku juga tak bisa menyetir..lari saja..jinki, bertahanlah” panic kibum mendapati jalanan yang sepi..ia menoleh ke arah jinki kemudian berlari dan terus berlari dengan jinki dipunggungnya dan ketakutan yang membuncah didadanya..ia takut..sungguh takut bila sesuatu yang lebih buruk dari ini menimpa jinki…



“DOKTER!!! SUSTER!!! TOLONG!!!”triak key saat ia sampai di lobi rumah sakit…beberapa perawat dating dan segera membantu key, membaringkan tubuh jinki yang tak sadarkan diri di ranjang pasien..



“silahkan tunggu diluar” pinta seorang perawat pada key..key menurut saja..ia menunggu diluar IGD dengan gelisah…tuhan selamatkan jinki…”auuu” mengeluh kesakitan saat menyadari kakinya mengeluarkan banyak darah..ia lupa memakai sandal atau sepatu saat berlari tadi..bagaimana mungkin ia memikirkan sepatu atau sandal disaat genting bukan??



“mmm…nona..aih, maaf..tuan..sebaiknya anda mengobati kaki anda juga” ucap seorang perawat..ia salah mengenali key, yang ternyata seorang namja..perawat itu mengira key yeoja karna kecantikan yang dimilikinya melebihi seorang yeoja..key hanya diam mengikuti perawat itu…membiarkan kakinya diobati perawat..karna hati dan pikirannya kini hanya tertuju pada satu orang, LEE JINKI



“pasien sudah membaik..saat ini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap” ujar dokter jang joon ha pada key..key mengangguk berterima kasih pada dokter dan perawat yang membantunya



“anu..anda harus membayar tagihannya terlebih dahulu” ucap seorang perawat ber name tag SHIN AE..



“ba..baiklah..tapi ijinkan aku bertemu dengannya dulu” pinta key..perawat shin ae, mengangguk singkat serta memberitahu lokasi kamar jinki..key berjalan perlahan menuju kamar rawat jinki, mengingat kakinya yang masih sakit..ah itu dia..



Cklekkk



Key membuka pintu perlahan..sedikit takjub bahwa ia bisa melakukannya dengan mudah..menatap jinki yang terbaring dengan sendu..key duduk disebelah jinki..dengan ragu, menggenggam tangan jinki erat..



“jinki..lee jinki..” panggilnya..ia masih canggung bersuara..seperti bukan suaranya yang biasa..key memandang jinki, keringat tampak menghiasi wajah tampannya yang terlelap..key mengambil tissue yang tersedia dirumah sakit, dan mengelap kening jinki..



“jinki..aku..aku menjadi manusia sekarang” lirih key…



“kau tau..mimpi ku menjadi nyata..mimpiku menjadi manusia menjadi kenyataan..ini suatu keajaiban..” lanjut key..kini jemarinya bermain diwajah jinki..menelusuri wajah tampan itu..lembut..kulit jinki begitu lembut dan panas badannya mulai menurun.."kini aku bisa menyentuhmu"..



“kau tau..betapa inginnya aku menjadi manusia, agar aku bisa menemanimu..bisa menjadi sandaranmu hingga kau tak perlu seperti ini..”lanjut key..



“jinki..aku menyukaimu..cepat sembuh..supaya kau bisa melihatku..bisa melihat sosok manusia ku..” ujar key..mengecup kening jinki lembut, kemudian jatuh terlelap di samping jinki, dengan tangan saling bertautan…



++++++++++++++++++++++++++++



TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar